Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Salahkah bila kamu yang ada dihatiku?

Manusia memang punya banyak cara untuk mengungkapkan perasaannya. Sebenarnya rasa yang diungkapkan pasti dimiliki oleh tiap manusia. Tapi entah mengapa, mengungkapkan suatu perasaan itu selalu menjadi kesenangan sendiri bagi manusia. Dan rasa yang terlalu banyak diungkap dan diucap oleh manusia adalah soal cinta. Cinta juga punya banyak cara untuk memaksa manusia mengungkapkannya. Tidak cuma dengan senang, kadang atau bahkan sering kesedihan juga digunakan cinta sebagai jalan untuk memaksa manusia mengungkapkannya. Mengungkapkan pada siapa? Ya jelas, pada orang yang dicintai. Sekalipun dengan kesedihan yang melanda di diri, cinta tetap terungkapkan. Maka begitulah aku. Bukti dimana ada orang yang mengungkapkan cinta dengan kesedihan. Momen indah terjadi. Entah kapan aku merasakannya. Yang jelas, aku merasakan ada relung di hatiku yang tersentuh. Tersentuh lembut yang membuat hati membasut. Kamu, adalah alasan kenapa hatiku merasa tersentuh. Iya, kamu, adalah orang yang telah menyentuh...

Dirimu = Cuaca.

Kadang rasa ini, ingin sekali aku hilangkan. Tapi entah kenapa setiap ku ingin menghilangkannya, dirimu selalu datang dan menggoreskan senyumku kembali. Seperti cuaca. Yang mudah berubah. Kau juga seperti itu, mudah sekali berubah. Entah apa yang membuat dirimu mudah sekali berubah. Seakan akan, kau mempermainkan emosi ku. Sudahlah. Aku tak ingin berlarut dalam ketidakberdayaanku ini untuk menghilangkan rasa itu. Pergilah. Sudahi saja semua yang berhubungan denganku. Aku pun ingin bahagia,tanpa dirimu. Ya, Tanpa kehadiranmu. Sudahlah, aku tak mengapa. Aku teramat membencimu.

Pantaskah Aku?

Satu hal yang aku ingat tentangmu, dan masih sangat membekas dalam ingatan. "Kamu begitu mengagumkan" Ya, kamu adalah berlian yang kutemukan secara tak sengaja. Akhlakmu, sifatmu, kecerdasanmu, tutur katamu, semuanya kusuka. Kamu, begitu berkilau hingga dapat membutakan mata. Kamu, Lelaki shalih idaman wanita. Pantaskah aku? Aku hanya wanita sederhana yang tak ada apa-apanya. Akhlakku, ilmuku, sifatku, masihlah jauh belum setara denganmu. Jujur aku merasa tak pantas. Namun, jika Allah mentakdirkan untuk bersama, kita bisa apa? Namamu, tetap kusebut lirih dalam butiran doaku pada-Nya. Berharap, Bila kita ditakdirkan bersama, Allah akan mempersatukan. Namun bila tidak, aku memohon keikhlasan agar bisa merelakan. Sumber: dunia jilbab Indonesia

9 Tahap sahabat menjadi Cinta.

Hallo, sahabatku Setelah sekian banyak waktu yang kau luangkan bersamaku, dari aku yang masih meninjak remaja polos dan imut-imut sampai sekarang menjadi wanita dewasa berkepala dua. Awalnya kita. 1. Pertemuan yang tak disengaja Tak pernah kurencanakan aku bertemu denganmu dan hingga menjadi sahabat yang begitu dekat dari lawan jenis. 2. Obrolan yang keterusan Dekatnya aku denganmu karena kita keterusan berkomunikasi. Mulai dari situ kita saling mengerti karakter satu sama lain dan susah untuk menjauh. 3. Dari obrolan berlanjut jalan bareng Setiap kulewati kota pasti ada kenangan manis bersamamu. Kita yang dulu sekedar keluar untuk menemanimu makan, ke toko buku sampai keluar kota untuk meluangkan waktu bersama. Banyak cerita yang kau bagikan kepadaku, begitupun aku. 4. Semakin sering maen bareng, orang tua pun jadi dekat Orang tuaku yang sudah mengenal baik kamu, begitu juga aku mengenal baik orang tuamu. 5. Semakin banyak album kenangan kita Kenangan manis dan foto-foto ya...