Semenjak Luka Kunamai Doa, Aku Tahu Kehilangan Tak Lagi Butuh Air Mata
Gurat luka masih menganga, pengkhiatanmu memang masih sulit untuk terlupa dan masih terasa , berulang kali aku bertanya dalam hati, “mengapa kau setega ini?” Berhari-hari aku terbangun di dini hari, menghabiskan tisu untuk menangisi semua ini , ku putuskan untuk memblock semua media komunikasi, kamu mungkin akan berpikir mengapa aku bertingkah layaknya anak kecil seperti ini ? dengan lantang aku menjawab agar kau tak semakin tinggi hati kalau kau merasa pantas untuk di cintai sedalam ini Tapi aku tak ingin berkubang dalam genangan kesedihan lama-lama. Jika kau bisa berjingkat semudah itu, mengapa hal yang sama tak bisa terjadi padaku? Hidup memang jelas tak sama lagi ketika “Kita” tak ada, Tuhan terbukti memberikan rencana indah dibalik siksa, Tuhan membuktikan bahwa kamu bukanlah pria tak layak untuk saya. Mungkin ini adalah cara yang dilakukan untuk membuka mata salah satu hamba bandel-Nya, untuk tidak mencintai makhluk-Nya melebihi cinta terhadap-Nya Baru ...