Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Ketika lelaki jatuh cinta

Kita selalu membahas cinta dari sisi keperempuanannya, namun sedikit yang membahas dari bilah kelaki-lakiannya. semisal saat jatuh cinta, perempuan selalu menjadi tokoh utama,lelaki hanya menjadi peran pembantu yang membuat manis alur cerita. Wanita perlu tahu ketika lelaki jatuh cinta,bahwa ada beberapa hal yang kentera darinya : pertama, sulit tidur. kedua, diam-diam memperhatikan. ketiga, salah tingkah. keempat, cari informasi. rasanya tak perlu dijabarkan satu-persatu sebab kadang lelaki gengsinya tinggi. ketika lelaki jatuh cinta, maka lelaki yang baik tidak mengajak perempuan menjalin hubungan tanpa kepastian, ia memperjuangkan itulah keberanian, atau mengikhlaskan inilah pengorbanan. saat seorang lelaki benar-benar jatuh cinta, maka lelaki yang shalih tak buru-buru mengatakan,melainkan merenungkan, jangan sampai perasaan ini tercampuri liarnya syahwat yang mudah dikendalikan syaitan tuk maksiat. pada dasarnya setiap lelaki sama saja, sama-sama suka wanita, hanya pe...

Namaku RASA.

Namaku RASA... Mungkin mereka nggak selalu sadar aku ada. karenaku pintar duduk dalam diam... Tapi, senyumku meresap ke relung jiwa hingga nirwana... Namaku RASA. kamu nggak perlu sadar aku ada, aku pintar sembunyi ,dan terwujud saat hatimu tersenyum... aku nggak merasa asing dengan kegelapan... bukan karena kedua mataku buta atau pernah buta... tapi, karena aku pernah hidup dalam ruangan penuh cahaya... hingga suatu saat tanpa ku duga, Cahaya itu lenyap. --TIsa TS, PINKLUV.

Harapan.

"kau memberi sebuah harapan yang mungkin tak kan bisa dilupakan, aku jatuh begitu saja dengan segala ucapan manis mu, perlakuan manis mu pula. ku fikir hatimu memang untukku, ku fikir cintamu itu aku, dan, ku fikir, aku adalah sang gadismu, tapi, aku salah. kita hanya sepasang sejoli yang tak memiliki hubungan apapun, segala fikiranku salah, aku terlalu bodoh untuk menyadari semuanya, jika saja aku dapat berkata, aku akan menunggumu sampai kapanpun, sampai sebuah keajaiban terjadi entah itu mungkin di dalam mimpi." — A R N

Merindu.

"beberapa bulan sejak kamu pergi, dan kamu mengatakan bahwa semuanya telah berubah. tetapi—diri ini masih takut menerima kenyataan bahwa kamu tidak lagi ada. selama beberapa bulan ini aku selalu berusaha. berusaha menyibukan diri agar aku tetap terlihat bahagia didepannya. berusaha tertawa lepas untuk menutupi luka akibat ulah dirinya. berusaha semampuku agar diri ini terbebas dari bayang-bayang semu wajah miliknya. dan berusaha membenci semua yang berhubungan dengan dirinya. tapi—semua itu sia-sia. semua yang kulakukan hanya membuat diri ini semakin sakit tak tertahan. semua yang kulakukan hanya membuat diri ini melupakanmu—tetapi hanya sementara. semua yang kulakukan hanyalah paksaan belakang oleh keadaan. dan lagi-lagi—diri ini merindukan sosok yang sedang berusaha ia benci—untuk kesekian kalinya." —thrisa